Palu — Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Palu menggelar Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) pada Ahad, 22 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula DPTW PKS Sulawesi Tengah ini menjadi ruang penguatan ruhiyah sekaligus evaluasi komitmen bersama Al-Qur’an bagi anggota dan struktur.
MHQ dihadiri peserta dari berbagai unsur pembinaan serta jajaran pengurus. Lebih dari sekadar ajang kompetisi hafalan, kegiatan ini dirancang sebagai momentum meneguhkan nilai-nilai kedisiplinan, keteladanan, dan konsistensi dalam membersamai Al-Qur’an di setiap peran dan amanah.
Mewakili BKAP PKS Sulawesi Tengah, Kaharudin Asahoya, S.Kom.I dalam sambutannya menegaskan bahwa apa pun posisi seseorang baik sebagai bawahan, atasan, murobbi maupun mutarobbi, akan menjadi istimewa ketika bersama Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa kebersamaan dengan Al-Qur’an akan menghadirkan kebaikan dan kemuliaan dalam kehidupan pribadi maupun PKS itu sendiri.
Apapun bentuknya, bersama Al-Qur’an insya Allah baik. Mau menjadi bawahan, atasan, murobbi, ataupun mutarobbi, insya Allah semuanya istimewa bersama Al-Qur’an,” tuturnya di hadapan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam agenda pembinaan, khususnya UPA dan setoran hafalan. Menurutnya, kebiasaan absen atau terlalu mudah mengajukan izin tanpa alasan yang kuat bukan hanya berdampak pada peserta, tetapi juga menjadi cermin bagi seluruh struktur.
Jangan absen UPA dan jangan banyak alasan izin saat setoran. Ini pukulan bukan hanya bagi peserta, tetapi untuk kita semua sebagai orang struktur,” tegasnya.
Suasana MHQ berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta menampilkan hafalan dengan kesungguhan, sementara para pembina dan pengurus memberikan dukungan moral agar semangat mencintai dan menjaga Al-Qur’an terus terpelihara dalam aktivitas keseharian.
Melalui kegiatan ini, DPD PKS Kota Palu berharap MHQ dapat menjadi penguat budaya Qur’ani yang berkelanjutan. Tidak berhenti sebagai perlombaan, MHQ diharapkan menjadi ikhtiar kolektif untuk menata diri, memperbaiki komitmen, dan meneguhkan langkah perjuangan yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an.

