Palu Muda Bicara, PKS Kota Palu Dorong Peran Pemuda dalam Inovasi Pangan, Energi, dan Ekonomi
PALU — Semarak Milad ke-24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus bergulir di Kota Palu. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan milad, DPD PKS Kota Palu melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (BPPM) menggelar kegiatan bertajuk “Palu Muda Bicara” di RDL Co-Working Space, Jalan Ki Hajar Dewantoro No. 28, Jumat (15/5/2026).
Mengusung tema “The Triple Threat: Inovasi Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tangan Pemuda”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, politisi, hingga aktivis kepemudaan.
Hadir sebagai narasumber yakni Prof. Ahlis Djirimu, S.E., DEA., Ph.D., yang dikenal sebagai akademisi dan ahli ekonomi, Ketua Fraksi Komisi B DPRD Kota Palu Rusman Ramli, ST., MM., yang membidangi urusan perekonomian dan keuangan di DPRD Kota Palu, Ketua DPD PKS Kota Palu Muzakkirah, S.H.I., M.A., , serta Ketua BPPM DPD PKS Kota Palu Shidq Dhiyaurrahman Ahmad sebagai representasi pemuda dalam forum diskusi tersebut.
Forum diskusi itu menjadi ruang dialog terbuka bagi anak muda Kota Palu untuk membahas tantangan sekaligus peluang di sektor pangan, energi, dan ekonomi yang dinilai semakin strategis di tengah perkembangan zaman.
Ketua DPD PKS Kota Palu, Muzakkirah, dalam sambutannya menegaskan bahwa sejak awal berdiri, PKS dikenal sebagai partai yang dekat dengan generasi muda. Menurutnya, komitmen tersebut terus dijaga hingga saat ini dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi kaum muda untuk berkembang dan berkontribusi.
“PKS sejak berdirinya memang dikenal sebagai partainya kaum muda. Sampai hari ini perhatian PKS terhadap pemuda tidak pernah memudar. Kami terus memberi ruang seluas-luasnya bagi anak muda yang ingin bergabung, belajar, dan berkontribusi bersama PKS,” ujar Muzakkirah.
Ia menilai, generasi muda memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan sosial. Masa muda, kata dia, merupakan fase produktif yang sarat dengan semangat idealisme dan kreativitas.
Kenapa kaum muda menjadi penting? Karena mereka memiliki potensi yang luar biasa. Masa muda adalah masa produktif dan kontributif. Idealisme mereka masih terjaga, dan PKS ingin menjadi rumah yang mampu menjaga idealisme itu agar tetap hidup dan terarah,” katanya.
Muzakkirah juga menekankan bahwa bergabung di partai politik tidak semata-mata soal mengejar jabatan atau karier politik. Lebih dari itu, politik harus menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menjadi bagian dari PKS bukan hanya tentang meniti karier untuk menjadi pejabat publik. Tetapi bagaimana anak muda bisa mengekspresikan diri, menyampaikan aspirasi secara langsung, dan memberi kontribusi terbaiknya bagi masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, kegiatan “Palu Muda Bicara” berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta dari kalangan mahasiswa, dan perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) di Kota Palu. Kehadiran berbagai OKP tersebut menambah semarak diskusi dan memperkuat semangat kolaborasi antar pemuda dalam membahas isu pangan, energi, dan ekonomi di daerah. Diskusi tersebut juga menjadi momentum memperkuat keterlibatan generasi muda dalam menjawab isu-isu strategis daerah melalui inovasi dan kolaborasi.
Melalui agenda itu, PKS Kota Palu berharap anak muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi tampil sebagai aktor utama perubahan di tengah masyarakat.