PKS Kota Palu Matangkan Strategi Kaderisasi dan Penguatan Struktur Lewat PKSM

10 Mei
PKS Kota Palu Matangkan Strategi Kaderisasi dan Penguatan Struktur Lewat PKSM

PALU — Suasana konsolidasi terasa hangat namun penuh keseriusan di kantor DPD PKS Kota Palu pada Ahad, 10 Mei 2026, saat Tim PKSM dari DPW PKS Sulawesi Tengah melaksanakan agenda Pembinaan, Konsolidasi, Supervisi, dan Monitoring (PKSM). Agenda ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus memastikan gerak pelayanan partai berjalan hingga tingkat paling bawah.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum evaluasi administratif, tetapi juga ruang pembahasan strategis terkait penguatan kaderisasi, pembinaan anggota, hingga target ekspansi Unit Pembinaan Anggota (UPA) di seluruh wilayah Kota Palu.

Dalam agenda itu, jajaran DPD PKS Kota Palu memaparkan berbagai dokumen dan data strategis yang telah difinalisasi, termasuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Selain itu, struktur DPD juga menyampaikan perkembangan jumlah anggota di setiap jenjang kaderisasi, jumlah UPA yang aktif, persebarannya di tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga data pembimbing dan pembina UPA.

Tidak hanya itu, forum juga membahas pengurus yang belum tergabung dalam UPA sebagai bagian dari evaluasi internal untuk memperkuat pembinaan yang lebih menyeluruh dan terstruktur.

Ketua DPD PKS Kota Palu, Muzakkirah, S.H.I., M.A., menegaskan bahwa agenda PKSM bukan hanya rutinitas organisasi, melainkan momentum memperkuat arah perjuangan dan pelayanan partai di tengah masyarakat.

PKSM ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan gerak bersama. Kami ingin memastikan struktur partai berjalan aktif sampai ke tingkat bawah, pembinaan kader terus tumbuh, dan pelayanan kepada masyarakat semakin nyata,” ujarnya.

Menurut Muzakkirah, penguatan UPA menjadi salah satu fokus utama DPD PKS Kota Palu ke depan. Sebab, UPA dinilai sebagai ujung tombak pembinaan kader sekaligus ruang mempererat ukhuwah dan peningkatan kapasitas anggota.

Ia menjelaskan, DPD PKS Kota Palu juga menargetkan pertumbuhan jumlah anggota secara signifikan melalui pola rekrutmen yang lebih sistematis dan berbasis pelayanan masyarakat.

Kami ingin pertumbuhan kader tidak hanya secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Karena itu, pembinaan harus berjalan baik, struktur harus solid, dan kader harus hadir memberi solusi di tengah masyarakat,” katanya.

Dalam diskusi PKSM tersebut, sejumlah tantangan organisasi turut menjadi perhatian bersama. Di antaranya terkait target pertumbuhan kader yang dinilai perlu strategi lebih adaptif dengan kondisi masyarakat saat ini.

Selain itu, forum juga membahas klasifikasi usaha kader dan bentuk intervensi struktur untuk mengoptimalkan program K2 atau ketahanan ekonomi kader. Langkah ini dinilai penting agar kader tidak hanya kuat secara ideologis dan organisasi, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Pembahasan lainnya menyoroti optimalisasi peran anggota legislatif PKS dalam memperkuat struktur partai di wilayah daerah pemilihannya. Target besar yang didorong adalah terbentuknya 100 persen DPC aktif serta menghidupkan UPA di masing-masing kelurahan. 

Agenda PKSM berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan. Tim dari DPW PKS Sulawesi Tengah memberikan supervisi sekaligus masukan strategis agar penguatan struktur dan pembinaan kader di Kota Palu dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Melalui agenda ini, DPD PKS Kota Palu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi internal, memperluas pembinaan kader, serta menghadirkan struktur partai yang aktif hingga tingkat akar rumput.